Rabu, 23 November 2016

Sujud


hasil jepretan pribadi

Sujudmu lah, yang kan membuatmu melangit.
Sujudmu lah, yang kan merapikan cintamu,
agar tak lagi ia terbang dalam keraguan.
Sujudmu lah, yang kan membuatmu yakin,
bahwa ada Cinta yang tertinggi.
Yang kan mendengar tanpa jemu.

#novembermenulis



Read More

Kamis, 17 November 2016

Puisi di Matamu


Begitu banyak puisi disediakan semesta.
Hangatnya mentari di pagi hari, burung-burung yang terbang melintasi senja, semilir angin yang menggoyangkan dedaunan, hingga harum aroma teh di kala sore.

Ambillah satu puisi, untukmu melepas dahaga.
Sebagaimana aku memilih jatuh, pada puisi di matamu.

#novemberous17 #novembermenulis 


Read More

Sabtu, 05 November 2016

Nalarupa

Ruang yang bahagia akan menghadirkan beragam kontribusi positif. Ruang tercipta dari tumpukan bata, kayu, ataupun bambu. Dan terkadang, hanya dengan tembok sederhana, daun jendela yang berderit, atau balutan genteng yang seadanya, ada makna yang begitu melekat dan berarti.

Sebuah ruang karya yang lain.
Ruang curah gagasan & pemikiran dengan tema arsitektur.
Untuk sebuah proses pencarian identitas arsitektur negeri ini.
Mungkin juga, sebuah perjalanan spritual.

Selamat menikmati


 
Read More

Jumat, 14 Oktober 2016

Tentang Menulis


Menulis adalah proses menyembuhkan. Ia bekerja dengan sangat rapi melegakan perasaan. Membuat jiwa mencari solusi dengan sendirinya. Mengiringi kesungguhan niat... dengan menuliskan doa dan harapan. Dan tiap tulisan punya alamatnya masing-masing. Apakah alamat kebermanfaatan, ataukah kesia-siaan, pilihan ada kepadamu wahai penulis.
Read More

Rabu, 12 Oktober 2016

Hargai Sebuah Karya











Adalah sesuatu yang menyenangkan bila karya kita bermanfaat untuk orang lain. Bila karya kita menjadi bagian dari perjalanan seseorang untuk kembali menjadi lebih baik. Namun, bayangkan bagaimana rasanya, bila karya yang engkau hasilkan, yg lahir dari rahim kata sebagai hasil perenunganmu itu, oleh orang lain diakui sebagai karyanya. Bukan... Bukan saya menyoal tentang karya ini adalah sesuatu yg istimewa, sehingga menjadikannya hanya milik saya seorang. Bukan.. Bukan pula menyoal rasa sombong karena pikirmu ini hanyalah rangkaian-rangkaian kata semata.

Tapi pikirkanlah hal ini. Karena kebohongan seseorang yang mengakui hasil karya orang lain, akan berlanjut pada orang-orang lain yang ikut menyebarkannya. Dan akan berlanjut lagi jika yang menyebarkan itu ikut berbohong, mengakui bahwa itu adalah karyanya. Jadinya, kebohongan kecil akan menjadi skala besar. Bagaimana bisa keberkahan Pemilik Semesta turun dan menghiasi keseharian kita? Bukankah kita akan menjadi lebih besar , lebih baik dengan menghargai hasil karya orang lain?


Ry
Kantor


Postingan asli saya, dengan judul Akan Tiba Saatnya
Read More