Serial Cerita Ikhlas - Prolog

19.57


Ada satu buku yang isinya benar-benar menarik perhatian saya saat ini. Buku ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2007, dan (rasanya) saya sudah pernah memilikinya. Hanya saja saya lupa, apakah pernah meminjamkannya kemudian tidak kembali, ataukah ia pernah tercecer entah dimana. Saya yakin teman-teman pasti tahu buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu. Ya, saya sedang membicarakan buku hebat ini.

Sudah seminggu ini saya asyik menyelami isinya, sembari mempraktekkan apa yang tertulis di sana. Ada banyak hal baru yang saya pahami. Ada banyak anggukan ketika melewati rentetan kalimat-kalimatnya. Ada banyak paragraf serupa halte, dimana saya harus singgah sejenak tuk kembali memutar waktu. Mengevaluasi proses-proses yang telah saya lalui hingga detik ini. Tak lupa, ada banyak kejadian-kejadian yang membuat saya tersenyum dan bergumam, "Oh, begitu toh.." Dan bisa saya katakan, buku ini memiliki kualitas untuk memanggil otak saya yang senang dengan pertanyaan-pertanyaan tak biasa.

Begitu banyak buku, kata-kata motivasi, ataupun saran-saran yang menganjurkan kita untuk berpikir positif. Ketakutan atau pikiran negatif sebaiknya dikontrol, dikendalikan, dan dilawan dengan berbagai trik sikap mental yang justru berpotensi menimbulkan konflik batin. Mengapa? Karena kita seringkali berpikir dengan mengesampingkan persoalan "dimensi hati". Kita terlampau sering menggunakan pikiran yang kekuatannya hanya 12%, dibandingkan menggunakan hati yang kekuatannya 88% (ini kata mas Erbe dalam bukunya ya.. bukan saya).

Yang saya pahami, buku ini mengajak kita untuk terlebih dahulu menata perasaan. Bahagiakan ia, karena berawal dari sana lah semua kebahagiaan yang bisa kita raih. Izinkanlah hati untuk membantu, apapun yang dihadapi. Dengan perasaan yang bahagia, penuh rasa syukur, solusi yang dibutuhkan akan tertarik dengan sendirinya. Karena di alam Quanta, semua bergetar dengan vibrasi yang saling tarik menarik.

... dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah
(QS. Al Ahzab :10)

Oh ya, sudah lama sejak tulisan di blog ini membahas tentang sebuah buku. Ke depan, akan ada beberapa serial tulisan sebagai hasil pemahaman dan praktek yang diterapkan dari buku ini. Karena akan rugi rasanya jika hal-hal baik di buku ini tidak dibagi dan disebarkan. Semoga tulisan-tulisan ke depan bermanfaat untuk teman-teman. Semoga menginspirasi. Jangan lupa, jika ada yang salah, segera ditegur.

-Ry
Jakarta

2 komentar

  1. Hm, memang sebaiknya dicatat, diblogkan ya. Mudah2an dengan mengulang2nya, sembari menuliskannya, bisa tersimpan baik di memori.

    BalasHapus

My Instagram