Buka Puasa di Rumah Pipi Fitriyani

13.52


Petualangan lain bersama para bloofer dimulai lagi.
Saya, bersama teman-teman bloofer lainnya, diundang menuju Maros, ke rumah salah satu bloofer, Pipi Fitriyani untuk memenuhi undangan buka puasa bersama di sana. Maros adalah distrik lain di wilayah Sulawesi Selatan, terletak sekitar 30 km atau 1 jam perjalanan dari kota makassar. Maros terkenal dengan obyek wisata Bantimurung dan Gua Leang - Leang nya.

Petualangan pun dimulai dari sms yang menyebar, menanyakan kesediaan untuk menghadiri acara itu. Kesepakatan pun tercapai. Siapa saja yang hendak ikut, diharapkan untuk berkumpul di Gedung Ipteks,salah satu gedung di Universitas Hasanuddin pada pukul 16.00 sore. Singkat cerita, sudah terkumpul 5 orang. Kami pun berangkat. Perjalanan kami tempuh menggunakan motor. Dimulai dari kampus Unhas hingga ke tempat tujuan, ada beberapa kejadian kecil yang membuat kami berceloteh. Membuat kami tersenyum dalam simpul kebersamaan. Tipikal ala bloofer. ^^

Kejadian kecil pertama dimulai ketika kami hendak keluar dari kampus Unhas. Motor yang dikendarai Atun, ban belakangnya tiba-tiba kempes (motornya siapa yah itu..? Norak banget. Pakai acara kempes lagi.. ^^). Kami pun singgah sejenak di bengkel di tepi jalan, mengisi angin. Setelah berunding apakah setelah ini ban akan kempes lagi atau tidak, kami pun berangkat dengan anggapan ban tak akan kempes lagi. Kalaupun kempes, nanti singgah lagi di bengkel terdekat. Hehe..

Ternyata ban motornya memang ada yg bocor. Kok aneh? Padahal sewaktu saya pakai dari rumah sampai ke kampus, tidak apa-apa kok. Sy curiga penumpangnya yang sekarang (tau siapa kan) sedikit "kelebihan" berat. Akhirnya kami singgah lagi ke bengkel di tepi jalan. Di bengkel itu, berbagai macam cerita pun menyeruak. Mulai dari cerita akan pengalaman seberapa jauh kami pernah mengendarai motor. Dan sy terkejut, ternyata si Atun sudah pernah naik motor hingga ke Sulawesi Barat. Waaah.. Salut saya sama si tukang heboh ini. Tapi, masih belum mengalahkan rekorku yang pernah mengendarai motor hingga melewati Majenne. Hehehe...
Cerita lainnya adalah pengalaman menabrak akibat mengetik sms sambil mengendarai motor. Nah, ini pengalamanku.. Pernah suatu hari, sepulang dari kuliah, saya mendapat sebuah sms. Tiit.. Tiiittt.. Karena waktu itu sementara mengendarai motor dan malas untuk menepi, saya pun membuka pesan itu, lalu mengetik untuk membalasnya. Namun, apa yang terjadi kemudian? Saya menabrak mobil yang sedang parkir di tepi jalan. Tak sadar ternyata motor yang ku kendarai telah miring sekitar 5 derajar dari jalurnya yang seharusnya. Sejak saat itu pula, saya mendeklarasikan untuk tidak lagi menerima aktivitas handphone saat sedang mengendarai motor.
Dan ternyata si Atun punya bakat paparazzi lho. Buktinya foto ini diambil tanpa sepengetahuanku sama sekali. (Paling Atun bilang: Aaahh... alasan buat pamer foto sendirii..).



Lanjuuuuuttt....
Perjalanan pun kami tempuh kembali. Melewati area Daya yang gersang hingga melewati kawasan Bandara Sultan Hasanuddin yang macetnya bukan main. Karena lampu lalu lintas yang tidak berfungsi dengan baik, arus kendaraan pun tidak teratur. Untuk melewati kemacetan yang ada, kami terpaksa menggunakan "jurus liukan ular", meliuk-liukkan motor melewati kerumunan kemacetan. Ternyata, Atun masih menjadi tokoh utama cerita kita kali ini. Jurus "tarian kendaraan" (kata si Uty) milik Atun memang luar biasa!. Dengan mudah dia melewati kendaraan-kendaraan yang menghalangi di depannya. Kami memacu kendaraan, menuju pintu gerbang perbatasan antara Kota Maros dan Kota Makassar. Setibanya di sana, kami pun menepi, dengan maksud menunggu teman bloofer lain, Muhaimin.

Muhaimin pun tiba. Perjalanan kami lanjutkan kembali. Melewati area pertokoan... Melewati kawasan bandara yang lama... Hingga melewati kawasan persawahan, yang alhamdulillah masih ada di tengah maraknya pembangunan di kota ini (soalnya kalo sudah tidak ada sawah, kita makan apa dooong ^^). Saya berhasil merekam momen-momen perjalanan kami tersebut.





Nah, singkat cerita, kami sudah tiba di Maros, di rumahnya Pipi. Masih sempatkan diri foto2 dulu.. Ckckck..


Lanjuuuutt...
Kami pun masuk ke rumah Pipi. Duduk, lalu menyantap hidangan es melon yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan kami. Segarnyaaaaa.... Setelah itu, shalat magrib di mesjid, lalu dilanjut dengan makan malam. Kami, cowok-cowoknya makan di luar, karena di dalam sudah terlalu ramai. Alhasil, makan di luar terasa seperti di Bone. Soalnya kami makan dengan anak-anak muda yang semuanya berlogat Bugis. Hehehe.. Sesudah makan, kami pun masuk ke dalam rumah. Ternyata di dalam, teman-teman cewek pada belum makan. Ternyata mereka menunggu kami, supaya bisa menyantap makanan bersama-sama. Waaah... Ngga enak deh ma mereka.. ^^

Lanjuuuuuttt...
Pada saat teman-teman cewek pada sibuk mengunyah, bloofer lainnya, Latifah datang juga berkunjung. Namun kali ini dia tidak sendiri. Dia bersama seorang reporter Metro TV dari Jakarta, namanya mas Iqbal. Lalu seorang wanita dari London, namanya LUPA.. Oh iya, Herpreet. Nama yang unik bukan? Kami pun bercerita, berbagi satu sama lain. Mau tau cerita yang lucu?

Pada saat itu, miss Herpreet bercerita tentang sesuatu. Hanya saya dan Muhaimin yang memperhatikan. Kami mangguk-mangguk saja, seraya melempar senyuman kepada Miss Herpreet, walaupun hanya mengerti sedikit akan apa yang ia ucapkan. Hahaha.

Mas Iqbal sempat cerita dengan Muhaimin. Tidak tau tentang apa, soalnya saya sibuk memperhatikan Atun dan Yuni yang menghabiskan semangka mereka, dengan maksud kulit semangka itu nantinya mereka jadikan sebagai bahan untuk berfoto. Kulit semangka yang berbentuk senyuman... Setelah itu, tau apa yang mas Iqbal bilang ke kami? Muhaimin ini mirip dengan pemain keyboardnya Nidji ya? serentak pandangan kami semua beralih ke Muhaimin, memperhatikan dengan seksama. Ternyata mas Iqbal betul. Mirip sekali.  Waaah... Alhamdulillah ya.. Teman kita mirip Randy Nidji.




Cerita lucu yang lain adalah saat Miss Herpreet dipersilahkan masuk ke ruang makan untuk mencicipi hidangan. Kebetulan karena saya duduk menghadap ruang makan, saya bisa mengetahui semua kejadian di sana. Kejadian lucunya itu saat tante teman kami Pipi memanggil Miss Herpreet. Tau apa yang beliau bilang?? "Wei...! Wei...!" lengkap dengan lambaian tangannya yang seakan-akan memanggil anaknya sendiri, sembari menjelaskan kepada Miss Herpreet, "Ini namanya Ayyem..!" lengkap dengan adegan beliau mengangkat potongan paha ayam. Saat saya menceritakan ini, spontan mereka semua tertawa terbahak-bahak. Hahahaha...

Setelah makan, kami lanjut pada acara "menginterogasi" Miss Herpreet. Berbagai macam pertanyaan kami lontarkan untuk mengetahui apa saja yang berhubungan dengan dirinya, tujuan dirinya di Makassar, dimana ia tinggal, serta tempat-tempat di Indonesia yang pernah ia kunjungi. Setelah semua terlihat capai, kami pun memutuskan untuk segera mengakhiri kegaduhan kami malam itu. Kami pun meminta izin Pipi dan keluarganya tuk kembali pulang ke makassar, sekitar pukul setengah 9 malam.

Itulah sekilas cerita saya hari itu.
Beribu-ribu ucapan terima kasih kami haturkan kepada Pipi dan keluarga yang memperbolehkan kami datang ke rumahnya dan membuat gaduh.
Beribu-ribu ucapan rasa syukur kami ucapkan atas nikmat yang kami dapatkan hari ini. Makanan dan juga kesempatan untuk berkumpul bersama bloofer. ^^


0 komentar

My Instagram