Di Hadapan Ilmu

08.29



Bismillah.

Di hadapan ilmu, selalu jadikan pertemuan layaknya pertama kali. Meski pernah bertemu dengannya di suatu masa, berpura-pura lah. Hindari tuk merasa lebih tahu, ketika mendengar setiap ujarnya. Halangi kesombongan, yang kan membuat diri meremehkan kala sang ilmu berbaik hati mendatangimu.. Jangan jatuh bersama keangkuhan, yang kan membuat diri bertahan dengan pemahaman-pemahaman yang mungkin saja keliru.

Di hadapan ilmu, jadilah layaknya gelas kosong, yang senantiasa menunggu untuk diisi. Karena dengan isi itulah, gelas kemudian kan bergerak. Karena dengan ilmu lah, diri akan terus bergerak, terangkat, menghindari diam yang takkan menghasilkan manfaat.

Tanamkan di dalam hati, bahwa pertemuanmu dengan ilmu adalah semata karena karunia dan kehendak Rabb Yang Maha Memiliki. Pertemuan dengan ilmu, adalah pertemuan yang menyimpan keinginan dari Rabbmu, agar engkau menjadi pribadi yang lebih baik. Agar engkau menjadi seseorang yang derajatnya lebih tinggi dari hari kemarin.

Dan ketika gelas ilmu mu telah penuh, menepilah sejenak. Tuanglah ia ke dalam kolam-kolam pemahamanmu yang lebih besar, tentu sambil memilah. Mana yang baik, mana yang bermanfaat, mana yang karenanya, imanmu akan semakin menebal bak tembok benteng yang kokoh.

Dan di bilangan waktu kesekian, kolam-kolam pemahamanmu akan merefleksikan, akan menyadarkan, bahwa semakin ia diisi, semakin engkau menyadari, sejatinya engkau tidaklah mengetahui apa-apa. Segala isi di kolam-kolam pemahamanmu, adalah apa yang Rabb mu izinkan untuk diketahui, dan untuk engkau sebarkan kebaikan dan manfaatnya.

Berharaplah.
Pemahaman itu kan menemani. Yang kan menjadi tiket untuk mendapatkan ridho dan ampunanNya kelak.

Ridho dan Ampunannya.
Bukankah itu tujuan sejati dari ilmu?
arya.poetra
Jakarta, 24 Safar 1439H

0 komentar

My Instagram