Di Sini, di Dalam Hati

14.03



Di sini, di ruang ini, menetaplah. Sebab di sini, adalah ruang dimana engkau bebas untuk menjadi dirimu sendiri. Tak perlu menjadi seseorang yang diidolakan oleh dunia karena sihir-sihir magisnya. Bagiku, engkau sudah memiliki sihir khusus. Kekuatan super yang dengannya aku akan tertular dengan kebaikan-kebaikan. Mantra mengejutkan, yang akan mengoreksi kesalahan-kesalahanku. Sihir yang terlalu sederhana, namun percayalah, aku sangat menyukainya.

Di sini, di ruang ini, kita adalah sebuah Ramuan Sederhana yang telah diracikNya dengan sangat cermat. Ramuan yang semoga menjadi penawar tuk racun-racun keraguan. Ramuan, yang semoga mampu mengundang Hujan Amortentia, mengguyur jiwa dengan segarnya rasa saling percaya. Karena aku tahu, engkau sudah menempuh perjalanan panjang untuk sampai di sini. Maka, semoga kita adalah sebuah kesejukan yang mampu meredakan dahagamu..

Di sini, di ruang ini, kita akan terus saling mengirim perahu-perahu kertas. Aku, kamu, akan terus menyelipkan selembar atau dua lembar cerita. Terus mencipta hal-hal manis agar kepala masing-masing kita takkan pernah bosan untuk mengingatnya. Mungkin suatu hari pula, cerita-cerita kan menjelma temali doa. Yang kan menuntun menemukan jalan pulang, kala salah satu kita terombang-ambing di atas gelombang.

Di sini, di dalam hati.
Semoga kita senantiasa diterangi oleh cahaya-cahaya doa, yang menjadikan jiwa mendewasa dengan cara-cara yang dikehendakiNya. Menghadirkan keyakinan, bahwa Allah adalah sebaik-baik perencana untuk segala sesuatunya.

Di sini, di dalam hati.
Aku akan selalu memelukmu. Dengan sebaik-baik untaian doa. Semoga takkan ada satu hari terlewatkan tanpa menggandeng doa-doa, atas nama kita.



0 komentar

My Instagram