Tentang Hati

00.07

Kau tahu, sejujurnya aku lelah. Lelah berpura-pura dalam kenyataan atas semua yang terjadi di antara kita. Meski aku pernah berkata kalau kita sama, jika aku bisa maka kau pun bisa, pun sebaliknya. Maaf, kali ini tidak. Engkau saja tidak bisa meyakinkan dirimu sendiri. Bagaimana bisa kuyakinkan diriku, bahwa engkaulah Andromedaku?

Di awal, kuukir fiksi ini untukmu, untuk kita. Tapi engkau datang, mengajakku untuk mengubahnya. Engkau datang, dan dengan seenaknya menarikku. Memaksaku mengiyakan inginmu. Di awal, engkau memiliki beribu cara untuk membuatku merasakan berjuta-juta rasa yang bahkan tak mampu kuungkapkan dengan kata-kata. Aku mulai menikmatinya. Kuyakinkan diriku, bahwa aku tak salah langkah. Bahkan, aku rela mengikuti caramu, agar aku, kita, bersama mampu merasakan pelangi cinta itu. Aku mulai yakin, bahwa engkau ada. Dan kini, mengapa jadi begini? Mengapa engkau bersikap seolah tak pernah terjadi apa-apa di antara kita? Mengapa?

Kita belum tiba di garis akhir perjalanan rasa ini, bahkan melihat petanda akan itu pun belum. Mengapa engkau berubah menjadi seperti ini? Engkau menjungkirbalikkan semuanya. Membiarkanku berjalan sendirian. Aku tak paham.

Kalau begitu, ketika kesekian kalinya aku melihatmu tetap seperti itu, mari perlahan akhiri semua ini...

###

Saat itu terjadi, tak perlu engkau bersedih, kawan. Menunggulah. Biarkan waktu dan tangan-tangan tak terlihatnya membelaimu. Membawamu pada pertemuan tak terduga dengan dia yang lain, di sebuah titik rindu. Ya, dirimu, dan Andromedamu. Adakah yang lebih indah dan syahdu dari dua jiwa yang saling menunggu? Yang tak sering saling menyapa, namun diam-diam mengucap nama dalam doa...?


Ini hanyalah soal perputaran detik yang berbeda ruang.
sampai jumpa lagi.

#Memories

9 komentar

  1. mari akhiri semua ini perlahan...
    ...

    ...
    menghilanglah

    BalasHapus
  2. "diam-diam mengucap nama dalam doa"

    ^^ keren :)

    BalasHapus
  3. mas aryaaa keren bgt ni sedang mewakili bgt :p kereeen mantap!namun ini dlm bahasaku di sini buka ya :)kita harus segera kembali dr hati yg demikian adanya bahkan harus lebih baik :) http://alifkj.blogspot.com/2013/04/serasa-kembali-dan-lebih-baik.html

    BalasHapus
  4. post ini benar benar merefleksikan apa yang aku jalani sekarang. antara merelakan komitmen itu hilang, atau ya dipertahankan. tapi hei, dia sudah bersikap seolah tak terjadi apa apa diantara kita. prinsip itu sudah luntur, yang tinggal hanya kepenatan, dan kenangan. ah, kenangan...

    BalasHapus
  5. kalau mendengar kosa kata pada tulisan ini, aku akan dengan segera mendengar lagu Michael Buble I Just Havent Met You Yet ^^

    BalasHapus
  6. dalam perjalanan menyusuri usia kehidupan, segala sesuatunya bisa berubah melenceng dari skenario kehidupan yang telah dengan sangat indah kita rancang, karena ada keindahan lain yang sedang menanti kehadiran kita di tempat yang lain...salam dari Makassar....keep happy blogging always :-)

    BalasHapus
  7. duh syahdu. aku tak pernah malu baca yg ini. tapi malah rindu tulisan2 spti ini bisa kubuat heleh... heu2...

    ibarat cabe rawit, dimakan enak sama gorengan. klo ga perih weleh...
    pakabar kang?
    ttng hati yg kau alamikah?

    BalasHapus
  8. subhanallah..
    keren.. berlinang air mataku.. :) sukses selalu lah..

    BalasHapus

My Instagram