Senin, 20 Februari 2017

Kembali Bahagia


Hujan, mungkin bagimu ia adalah luka. Bersamanya, perih semakin menjadi. Karenanya, langitmu menjadi sedikit kelabu. Namun bukankah karenanya hangat mentari menjadi lebih terasa. Bukankah pada rinai-rinainya ada bukti bahwa Cinta kan selalu mendengarkan.

Lapangkan jiwamu untuk menyambutnya. Biarkan ia menghunjam. Membasuh semua perihmu. Menyamarkan tangismu. Karena ia akan segera beranjak, memberimu ruang tuk bercengkrama bersama pelangi. Ia hanya mampir sejenak tuk menyampaikan salam. Ia hanya mampir sejenak tuk menakar keyakinanmu pada bahagia.

Bukankah bahagia ada di sana, pada hati yang senantiasa terisi dengan lantunan syukur tak berkesudahan. Bukankah bahagia ada bersama kelapangan atas ketidakberdayaan. Dan bukankah bahagia adalah proses menggapai sejuknya keridhoanNya.

Kembalilah (pada) Bahagia.
Kembalikan semua kepadaNya.


Ry
Jakarta, 23 Jumadil Awwal 1438H

0 komentar:

Poskan Komentar